Monday, March 17, 2008
Pay It Forward
Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi.
Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"
Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.
Percobaanpun dimulai :
Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.
Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya "PAY IT FORWARD, MOM"
Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :"PAY IT FORWARD,MOM"
Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : "PAY IT FORWARD, SON".
Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : "PAY IT FORWARD,
SIR"
Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:"PAY IT FORWARD"
Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah "PAY IT FORWARD" tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.
Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA
SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.
Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.
Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: "PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu)"
(Disadur dari pengusahaonline.blogspot.com)
Tuesday, March 11, 2008
You Are What You think
Written by: Mia Amalia
(karyawan di perusahaan operator telekomunikasi)
Di suatu pagi yang cerah, dalam ruang kelas pengembangan diri, trainer mengajak para peserta untuk menyebutkan 10 keberhasilan diri dalam 12 jam terakhir. Para peserta berpikir keras..keberhasilan apa ya? semua terasa berjalan apa adanya, tak ada yang istimewa. Kemudian si trainer mulai bercerita tentang keberhasilannya sendiri, antara lain berhasil tidur nyenyak dan berhasil bangun pagi tanpa di bantu waker. Satu per satu peserta mulai berani dan yakin untuk berbagi cerita keberhasilan, dari keberhasilan menyiapkan sarapan keluarga di tengah kesibukan pagi, melalui kemacetan lalu lintas dengan sabar hingga berhasil sampai ke kelas tepat waktu.
***
Kita cenderung melihat suatu keberhasilan sebagai sesuatu hal menakjubkan dan di luar kebiasaan, berhasil lulus sekolah dengan nilai sempurna, masuk perguran tinggi bergengsi, diterima bekerja di perusahaan terkemuka, dan sebagainya, apalagi hingga mendapat decakan kagum dan tepukan tangan. Seringkali kisah hidup ‘bahagia’ seperti itu menjadikan kita luput memperhatikan kisah-kisah sederhana, dan kita mengabaikan dan membiarkannya berlalu tanpa mendapat sedikitpun catatan kebaikan di hati dan pikiran kita. Sesungguhnya jika kita mampu menghargai dan mengambil hikmahnya, dapat menjadi motivasi diri untuk menyambut hari dengan semangat dan energi baru. Tidaklah salah kata pepatah, seribu langkah dimulai dari satu langkah. Catatlah kebaikan dan keberhasilan di hari ini dan jadikan motivasi untuk mencapai kebaikan dan keberhasilan di hari-hari berikutnya.
Menghargai diri sendiri
Mengambil hikmah di setiap peristiwa, meskipun peristiwa tersebut sangat sederhana dapat melatih diri untuk mensyukuri nikmat kehidupan dan memetik sedikit demi sedikit potensi dan kekuatan diri. Kita tidak dapat memaksakan orang lain untuk menghargai kita jika tidak didahului oleh keyakinan diri bahwa kita memiliki potensi dan kekuatan diri dan kita adalah pribadi yang berharga.
Menghargai diri sendiri adalah wujud dari pengenalan diri. Perenungan untuk mengenal diri lebih mendalam tidak terjadi dalam satu waktu, namun dilakukan berkelanjutan sehingga menghasilkan manfaat dan seterusnya menghantarkan kepada sebuah kesimpulan yang benar. Oleh karena itulah maka seseorang harus berfikir positif dan yakin bahwa Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia.
Pengenalan diri dan penghargaan diri adalah kajian klasik dan universal, dan turut menjadi inspirasi bagi musisi, salah satunya tertuang dalam lirik lagu Greatest Love of All yang akrab di telinga kita “…..Because the greatest love of all is happening to me, I found the greatest love of all inside of me.The greatest love of all, is easy to achieve.. learning to love yourself, it is the greatest love of all ”.
Wujud penghargaan pada diri sendiri adalah dengan memaknai hidup dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sekitar. Beberapa tahun silam, di suatu akhir tahun ajaran pendidikan dasar, ketika mengisi buku kenangan menjadi suatu kebiasaan, seringkali pada bagian cita-cita tertulis ingin menjadi orang yang berguna bagi orang tua, bangsa dan agama. Seiring berjalannya waktu dan tempaan kehidupan, cita-cita yang begitu mulia yang ditulis dengan ketulusan dan kepolosan, terkikis oleh keinginan dan harapan lain yang bisa jadi lebih berorientasi pada diri sendiri. Tak ada salahnya kita menoleh sejenak ke belakang dan mereview perjalanan hidup kita untuk menggarisbawahi peristiwa-peristiwa bermakna, dan menjadi motivasi untuk melangkah dan menatap masa depan.
Mengisi kehidupan
Ada suatu kisah tentang kegiatan seorang guru dan beberapa muridnya. Guru tersebut mengambil sebuah ember, kemudian memasukkan beberapa butir batu yang cukup besar hingga mencapai bibir ember. Kemudian ia bertanya, “sudah penuhkan ember ini?” Para murid menjawab “sudah”, kemudian sang guru memasukkan batu-batu kerikil dan mengguncangkan ember tersebut hingga butiran kerikil berjatuhan ke dasar ember dan mengisi celah-celah batu besar. Kemudian sang guru bertanya kembali, “sudah penuhkan ember ini?” Para murid terdiam, dan seorang murid menjawab “ mungkin belum”. Lalu sang guru mengeluarkan satu plastik pasir dan mulai memasukkannya ke dalam ember. Butiran kecil pasir menyusup di antara celah-celah kerikil dan batu hingga mengisi ruang dari dasar ember hingga permukaan ember. Setelah itu sang guru mengambil air dan menuangkan perlahan-lahan ke dalam ember, hingga ember menjadi benar-benar penuh.
Itulah kehidupan. Isilah hidup ini dengan tujuan dan prioritas hidup yang diibaratkan dengan batu besar. Kemudian dilanjutkan dengan hal-hal yang lebih praktis yang diibaratkan dengan batu kerikil, pasir dan air. Jangan dilakukan sebaliknya, karena jika demikian, hidup ini hanya dipenuhi kerikil-kerikil masalah tanpa ada tujuan dan prioritas, karena batu-batu besar akan sulit masuk saat ember sudah dipenuhi kerikil, pasir atau bahkan air.
Hanya kita yang dapar mengukur ‘ember kehidupan’ kita masing-masing. Apakah sudah cukup terisi dan membuat hidup kita lebih bermakna, sehingga kita dapat berjalan tegak di muka bumi dan memberi arti bagi sekitar kita? Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
***
Saya bertanya pada diri sendiri, keberhasilan apa yang telah kucapai belakangan ini. Setelah mengingat-ingat, dari sekian banyak kesempatan dan kenikmatan yang diberikan aku bersyukur telah bertemu dan mengenal teman-teman baru di suatu kegiatan, bercerita sebelum tidur pada si buah hati, membalas sms rekan yang tertunda, merapikan meja kerja, dan berbagi cerita melalui tulisan ini.
Monday, February 18, 2008
Boss Vs Pemimpin
Seorang boss mengandalkan kekuasaannya, Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.
Seorang boss menimbulkan ketakutan, Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.
Seorang boss mengatakan AKU, Tetapi seorang pemimpin mengatakan KITA.
Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah, Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.
Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan, Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.
Seorang boss menuntut rasa hormat, Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.
Seorang boss berkata, PERGI, Tetapi seorang pemimpin berkata, MARI KITA PERGI.
Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.
Monday, June 25, 2007
Kisah KAWAN dan CINTA
Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung...
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga..
Kenapa??
Kerana CINTA itu buta...
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga...
Kenapa??
Kerana... KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang...
Kenapa??
Kerana... CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi dalam telaga yang gelap...
Sedangkan KAWAN masih lagi tercari-cari dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Kerana... KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia...kan ??
so, hargai lah KAWAN kita selagi kita terasa dia BERARTI....
(Forwarded from Guyon-Yook@yahoogroups.com)
Thursday, February 22, 2007
Cerita dari teman...
"Papa Baca Keras-Keras Ya Pa, Supaya Jessica Bisa Denger"
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham.
Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, "Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.
Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah,. buku baru ya Jes?", "Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat.
Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya,dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi"
Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya"
"Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu",
"Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan"
Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
"Pa,..gambarnya bagus, papa pasti suka",
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya "Iya pa,. lain kali ya pa?"
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.
"Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!", beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih "Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama".
Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi.
Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.
Kini yang ada hanyalah penyesalan.
Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger", kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi.
Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan.
Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak.
Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.
Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras.
Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman,dengan berlinang air mata.
"Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,..
Hatinya memohon lagi,"Jessi papa mohon ampun nak..papa sayang Jessi"
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis,..memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.
Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.
ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?
BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI
Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?
DO IT NOW !!!!!!
Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita cintai.
KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN
UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA
_._,_.___
.
THANKS and BEST REGARDS
Thursday, December 21, 2006
Sarasehan STAPALA
Pengumuman.. ..Pengumuman. ....
Berikut ini kami release detail resmi pelaksanaan
Sarasehan Stapala Tahun 2006 :
Tanggal : 23-24 Desember 2006
Lokasi : Alam Sejuk di Jl. Kol. Masturi No. 8, Lembang, Bandung, Jawa Barat (peta lokasi menyusul)
Fasilitas : Camping Ground, Tebing Panjat Alam, Villa (8 kamar), tenda dome (mo bawa sendiri juga oke..), tenda peleton, dll...
Biaya : Berikut Keluarga = Rp 250.000,-
Tanpa Keluarga = Rp 100.000,-
Anggota Aktif (Mahasiswa) = Rp 0,- (disubsidi ceritanya... .)
Pembayaran dilakukan pada saat kedatangan di lokasi atau ke rekening di bawah ini...
Untuk rekan-rekan yang tidak sempat menghadiri namun ingin ikut berpartisipasi, kami siap mengakomodir di rekening BCA a.n. Ferry Surfiyanto Nomor Rekening : 009-448-1917 (diikuti dengan ucapan tararengkiu banget...). Pembayaran untuk ribuannya disesuaikan dengan nomor SPA masing-masing.
Contoh : 250.321 (berarti.... , Ferry Surfiyanto mbayar Rp 250.000 dan Nomor SPA-nya 321...Okey.. .). Setelah ditransfer, mohon utk dikonfirmasikan ke Ferry "Ranger 321" Surfiyanto melalui 08122876038
Rekan-rekan yang akan mengikuti acara sarasehan mohon untuk segera mendaftar melalui milis Stapala atau sms ke 0811235901 (firstananto/ keriting) dengan format #Daftar_Nama_ SPA_Jumlah Pengikut (anda berikut keluarga)...
Untuk rekan-rekan di BPH dimohonkan untuk membuat proposal jadwal kegiatan yang disampaikan ke milis (pada kesempatan pertama) sekaligus membantu pelaksanaan Sarasehan..
Untuk rekan-rekan yang berdomisili di sekitar Bandung, mohon untuk segera menghubungi panitia.
Agar pelaksanaan Sarasehan dapat berlangsung rame, mohon kepada setiap anggota untuk memberitahukan anggota lainnya....( getok tular)...
Tuesday, November 28, 2006
Harga Sebuah Pakaian
Sesampainya di sana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak.
Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.
Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.
Bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."
"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?"
Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.
Adakah sebuah pelajaran yang bisa diambil??